Selasa, 19 Februari 2013

Cerita singkat Nabi ibrahim



Cerita singkat  Nabi ibrahim bagian ke 2
1 A .Sarah binti Terah: Sara (bahasa Ibrani: שָׂרָה, Standar Sara Tiberias Śārāh ; "Putri"; bahasa Arab: سارة; bahasa Inggris: Sarah) adalah istri Abraham sebagaimana dicatat dalam Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Kisah Sara diceritakan dalam Kitab Kejadian. Sara adalah putri dari Terah dari istri yang berbeda dengan ibu Abraham.
Sara mulanya dinamai Sarai (bahasa Ibrani: שָׂרַי/שָׂרָי, Standar Saray Tiberias Śāray/Śārāy ; "Putriku") dan hidup bersama suaminya, yang saat itu bernama Abram (אברם) di kota Haran, Mesopotamia.
Ishaq anak dari sarah binti terah: Ishaq (Yahudi: יִצְחָק, Standar Yiẓḥaq Tiberian Yiṣḥāq ; Arab: إِسْحَاقَ, ʾIsḥāq) (sekitar 1761 SM - 1638 SM)[1][2] adalah putra kedua Nabi Ibrahim setelah Ismail yang beribu Sarah dan merupakan orang tua dari Nabi Yaqub.
B. Ishaq diutus untuk masyarakat Kana'an di wilayah Al-Khalil Palestina. Kisah Nabi Ishaq sangat sedikit diceritakan dalam Al-Qur'an. Nabi Ishaq disebutkan dalam Al-Qur'an sebanyak 15 kali.[4] Sedangkan keutamaan Nabi Ishaq disebutkan 9 kali dan kenabian Ishaq 10 kali.[5] Dikatakan bahwa ia memiliki 2 anak dan meninggal di Alkhalil Hebron Palestina.
2A.Hajar al-Qibthiyah al-Mishtiyah : Hajar (Arab: هاجر, Ibrani:הָגָר) adalah ibu dari Ismail sekaligus istri dari Ibrahim. Pada awalnya, dia adalah pembantu Nabi Ibrahim. Akan tetapi, Sarah istri pertama Ibrahim mandul dan menyuruh Ibrahim menikah dengan Hajar. Hajar pun punya anak bernama Ismail. Ketika itu, Nabi Ibrahim meninggalkan mereka di Mekkah. Orang Melayu menambahkan namanya dengan nama Siti Hajar.
B.Ismail anak dari Hajar al-Qibthiyah al-Mishtiyah : (Bahasa Arab إسماعيل ) (sekitar 1911-1779 SM) adalah seorang nabi dalam kepercayaan agama samawi. Ismail adalah putera dari Ibrahim dan Hajar, kakak kandung dari Ishaq. Ia dianggkap menjadi nabi pada tahun 1850 SM. Ia tinggal di Amaliq dan berdakwah untuk Qabilah Yaman, Mekkah. Namanya disebutkan sebanyak 12 kali dalam Al-Quran. Ia meninggal pada tahun 1779 SM di Mekkah. Secara tradisional ia dianggap sebagai Bapak Bangsa Arab

Sumber : Paket Umroh

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar